[I'm officially yours]

•••

Pintu bercat kuning cerah itu terbuka, menampilkan cowok manis dengan poni sedikit berantakan yang sedang menatapnya. Tay mengulas senyum tipis namun tak di balas oleh si manis.

“Ngomong diluar aja ya New”

New tak menjawab, namun ia menurut, duduk di depan teras bersama Tay tawan. Manusia yang akhir-akhir ini membuat jantungnya berdetak tak tau diri.

“Mau ngomong apa?”

“Tentang kita, tentang kita yang memang di takdirkan semesta untuk bersama”

“Kata Mild, kalau aku mencintai orang secra bersamaan, aku harus pilih yang kedua. Jadi jawabannya itu kamu”

“Newwiee, aku gak mau di tolak. Jadi ini bukan pertanyaan, tapi pemaksaan. Hatimu jadi milik aku”

New terkekeh pelan, lalu menatap Tay dengan mata memicing “Kalau aku gak mau?” tanya New.

Tay menaikkan kedua bahunya “Gak mau tau, harus mau. Seperti yang aku bilang, ini pemaksaan jangka super panjang”

“Tay tawan, ini juga pemaksaan dari aku untuk kamu. Jangan penah berpindah hati”

TayNew saling melempar senyum, lalu Tay menarik tubuh New agar bersandar disampingnya, menikmati angin malam berseta bintang dan bulan yang ikut bahagia tentang cerita mereka yang mempunyai ending hampir sempurna.

Kenapa hampir? Karena yang sempurna itu tak pernah ada.

“TayNew itu mutlak”

“Oh aku lupa, bentar ada di mobil”

Tay berlari kecil membuka pintu mobilnya, entah mau mengambil apa. Setelahnya cowok itu tersenyum lebar sampai-sampai gusinya kelihatan. Tangannya di sembunyikan kebelakang. Sok misterius.

Cowok berkulit tan itu menyuruh New untuk berdiri, dan New kembali menurut.

“Ini buku isi 100 lembar. Gak tau aku ngerasa kenangan sama kamu bakalan begitu banyak, jadi bisa di tulis disini. Kalau nanti bukunya habis, bilang ke aku ya”

“Biar aku beli lagi, tapi sejujurnya ini aku nyolong bukunya Candy”

“Di ambil ya Newwiee, jangan sungkan”

“Aku mau marah Tay”

“Aku juga cinta sama kamu, New”

•••

-Joya-